© All rights reserved. Powered by VLThemes.

Seperti Prambanan Dibangun Banyak Orang, Prambanan Jazz Adalah Hasil Kolaborasi

Festival musik tahunan Prambanan Jazz 2019 akan segera digelar di Candi Prambanan, DI Yogyakarta, 5-7 Juli 2019.

Tahun ini adalah penyelenggaraan kelima Prambanan Jazz sejak dimulai dengan mengundang bintang utama Kenny G pada 2015.

Setelah Kenny G, Prambanan Jazz menghadirkan banyak musisi ternama dunia yang beraksi didepan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun di abad ke-9 masehi tersebut.

Setelah diva pop Sarah Brightman hingga Diana Krall tampil di Prambanan Jazz edisi lalu, Prambanan Jazz 2019 akan menghadirkan musisi Yanni, Calum Scott hingga Anggun.

“Inilah senja yang tidak terlupakan. Paling tidak, bagi saya. Yang syahdu dan riuh bersekutu tatkala panggung pesta Prambanan Jazz tersaji secara ajeg di rumah suci dan gigantis warisan renaisans awal Nusantara abad sembilan masehi itu,” tulis Anas Syahrul Alimi.

Anas Syahrul alimi adalah founder Prambanan Jazz Festival yang juga Chief Executive Officer (CEO) Rajawali Indonesia.

Rajawali Indonesia adalah promotor yang selama ini mengerjakan proses kreatif Prambanan Jazz hingga JogjaRockarta Festival serta banyak even konser musik legendaris lainnya di Indonesia.

Bagi Anas Syahrul Alimi, Prambanan Jazz adalah pagelaran di ruang terbuka yang tidak sekadar mengobral hedonisme kaum urban.

Sejatinya, tulis Anas Syahrul Alimi, Prambanan Jazz dihadirkan sebagai medium selebrasi sekaligus edukasi ke para penghikmat musik jazz untuk turut peduli pada situs warisan dunia.

Sebagai penyelenggara, Anas Syahrul Alimi menyebutkan, inilah cara lain untuk turut menumbuhkan kesadaran kolektif kepada generasi kiwari (masa sekarang) agar bisa secara kolektif menjaga-lestari monumen agung masa lampau.

Dan, pilihan itu dilakukannya lewat musik.

“Sebagaimana Prambanan dibangun banyak orang, Prambanan Jazz adalah proyek kolaborasi. Dengan siapa saja yang duduk bersama membangun kesamaan dengan platform menuju harmoni,” kata Anas Syahrul Alimi.

Mengutip tulisan ilmuwan Charles Darwin bilang menyatakan, yang terkuat yang akan bertahan dan Wallace menyebutkan, yang adaptif yang mampu bertahan, Anas Syahrul Alimi megatakan, yang sanggup berkolaborasi yang bisa beradaptasi atas jalannya zaman.

Bagi Anas Syahrul Alimi, kolaborasi bukan sekadar mempertontonkan dua atau lebih musisi yang beraksi dalam satu panggung.

“Kolaborasi adalah kemampuan berdialog; yang klasik dengan kontemporer, yang tradisi dan modern, yang senior dan darah muda, yang berpengalaman matang internasional dengan musisi kabupaten,” tulisnya.

Anas Syahrul Alimi menyampaikan, esensi kolaborasi dari hajatan Prambanan Jazz ini adalah mengirimkan pesan bahwa negeri di bawah angin ini membutuhkan adanya kerjasama lintas pihak.

“Sambutlah proyek kebudayaan ini yang akan dihelat kurang dari satu bulan lagi, 5-7 Juli 2019, sebagai bentuk ihtiar saya memberikan sumbangsih proyek strategi kebudayaan di tingkat global,” tulisnya.

Sumber Kliping: Warta Kota, 18 Juni 2019 | “Anas Syahrul Alimi: Seperti Prambanan Dibangun Banyak Orang, Prambanan Jazz Adalah Hasil Kolaborasi” “| Penulis: Irwan Wahyu Kintoko

Share this:
Top